Pertanyaan untukmu.
1. Kamu lebih suka mana?
a. tak merasakan sakit
b. menari dengan iringan hujan
2. Kamu membenci yang mana?
a. cinta yang tak dapat kau ungkap
b. tak melihat hujan
Ah, aku muak padamu !
Selasa, 02 Oktober 2012
PERUSAK.
Benar. ini diary depresiku.
semuanya SAMPAH.
tentangmu.
layaknya umbi-umbian.
dengan daun yang panjang menjalar.
semuanya kamu jelajahi.
kamu MERUSAK!
sebagian nafasku, cemas dan harapku. PERUSAK !
PERUSAK !
semuanya SAMPAH.
tentangmu.
layaknya umbi-umbian.
dengan daun yang panjang menjalar.
semuanya kamu jelajahi.
kamu MERUSAK!
sebagian nafasku, cemas dan harapku. PERUSAK !
PERUSAK !
buih.
lagi
lagi
lagi
aku menatapmu yang sedang menatap pantai..
kamu suka pantai?
pantai indah ya?
ada ombak dan kebisingan lainnya disana..
ada juga buih..
kamu tau? darimana buih itu berasal?
dari sebagian air mataku yang jatuh ke tanah.
lalu menghilang dan menguap tanpa jejak..
perlukah aku menjadi buih?
jika itu pintamu..
aku akan..
aku akan..
lagi
lagi
aku menatapmu yang sedang menatap pantai..
kamu suka pantai?
pantai indah ya?
ada ombak dan kebisingan lainnya disana..
ada juga buih..
kamu tau? darimana buih itu berasal?
dari sebagian air mataku yang jatuh ke tanah.
lalu menghilang dan menguap tanpa jejak..
perlukah aku menjadi buih?
jika itu pintamu..
aku akan..
aku akan..
suka.
aku suka hujan..
basah..
ringan..
begitupun padamu..
aku suka kamu..
kita tak saling bertatap, tapi aku suka..
kita tak saling sentuh, yaa, aku juga suka..
kamu renyah..
kamu mengenyangkan..
bagiku kamu makanan terlezat..
kamu juga hujan..
tepatnya hujan dengan tetesan yang kecil di kala kemarau datang..
kamu juga jadi awan..
kala sang matahari yang besar dan amat panas menghadangku, kamu lah pelindung itu..
basah..
ringan..
begitupun padamu..
aku suka kamu..
kita tak saling bertatap, tapi aku suka..
kita tak saling sentuh, yaa, aku juga suka..
kamu renyah..
kamu mengenyangkan..
bagiku kamu makanan terlezat..
kamu juga hujan..
tepatnya hujan dengan tetesan yang kecil di kala kemarau datang..
kamu juga jadi awan..
kala sang matahari yang besar dan amat panas menghadangku, kamu lah pelindung itu..
pergi sana.
kamu kenapa?
selalu datang dengan harapan yang menggebu..
bisakah sejenak memikirkan rasaku?
aku ini kamu permainkan..
seperti bola..
dilambungkan..
lalu terpelanting dan jatuh ke tanah..
pergi saja..
ya, hanya pergi..
sana..
aku sedang muak sekarang..
tak tertahan..
selalu datang dengan harapan yang menggebu..
bisakah sejenak memikirkan rasaku?
aku ini kamu permainkan..
seperti bola..
dilambungkan..
lalu terpelanting dan jatuh ke tanah..
pergi saja..
ya, hanya pergi..
sana..
aku sedang muak sekarang..
tak tertahan..
Langganan:
Komentar (Atom)